Universitas Hasanuddin (Unhas) kini menaruh harapan besar pada sosok Prof. Sukri Palutturi yang dipercaya mengemban amanah sebagai pemimpin Sekolah Pascasarjana. Penunjukan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi lembaga tersebut sebagai pusat unggulan pendidikan multidisiplin, riset mutakhir, serta inovasi yang menjawab tantangan nasional.

Lahir di Tanatoa, Sulawesi Selatan, pada 1972, Prof. Sukri dikenal sebagai akademisi yang memiliki konsistensi tinggi dalam bidang kesehatan masyarakat. Latar belakang pendidikannya yang ditempuh mulai dari Unhas hingga perolehan gelar Ph.D. dari Griffith University, Australia, telah membentuk fondasi intelektual yang kuat. Kariernya pun menanjak dengan pesat hingga ia dikukuhkan sebagai salah satu Guru Besar termuda di Unhas pada 2017 silam.

Sebelum dipercaya memimpin Pascasarjana, Prof. Sukri sukses membawa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas menuju standar tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel. Melalui inisiatif pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), ia berhasil mereformasi birokrasi fakultas menjadi lebih efisien dan melayani. Dedikasinya dalam membangun institusi tidak lepas dari pengalaman strategisnya saat menempuh pendidikan di Lemhannas RI pada 2022.

Di ranah publik, Prof. Sukri dikenal luas sebagai pionir konsep Healthy Cities atau Kabupaten/Kota Sehat di Indonesia. Pendekatannya yang kolaboratif mampu mengubah persepsi bahwa kesehatan bukan sekadar urusan medis di rumah sakit, melainkan hasil sinergi berbagai sektor mulai dari tata ruang, lingkungan, hingga keterlibatan aktif masyarakat. Pemikiran-pemikirannya tersebut kini telah terangkum dalam berbagai buku rujukan, seperti Kesehatan itu Politik dan Healthy Cities: Global Concept, Local Implementation for Indonesia.

Kini, di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Jamaluddin Jompa, Prof. Sukri menghadapi tantangan besar untuk membawa Sekolah Pascasarjana Unhas semakin kompetitif di kancah internasional. Dengan rekam jejak riset yang diakui secara global dan produktivitas ilmiah yang tinggi, ia diharapkan mampu meramu pendidikan pascasarjana yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga relevan dalam memberikan solusi nyata bagi pembangunan bangsa.