Pengurus Kota Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Kendari sukses menggelar kegiatan jambore yang ditujukan bagi ratusan generasi muda. Agenda ini dirancang khusus untuk mengombinasikan pengembangan fisik melalui seni bela diri pencak silat dengan pendalaman nilai-nilai spiritual dan religiusitas.

Ketua Persinas ASAD Kota Kendari, Ridwan, mengungkapkan bahwa jambore ini sengaja diselenggarakan selama masa libur sekolah agar partisipasi peserta dapat lebih optimal. Langkah ini diambil sebagai respons atas minimnya ruang pembinaan keagamaan intensif di lingkungan sekolah formal. Dalam pelaksanaannya, Persinas ASAD menjalin kolaborasi dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk memperkuat aspek mental dan karakter para atlet.

Kegiatan yang diikuti oleh 216 peserta ini turut menjadi ajang unjuk prestasi bagi para atlet binaan. Ridwan menyampaikan kabar membanggakan bahwa salah satu atlet mereka, Yasir, terpilih menjadi wakil Indonesia dalam kejuaraan internasional di Vietnam. Pencapaian ini diharapkan mampu memotivasi seluruh peserta untuk terus berlatih dengan sungguh-sungguh.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kendari, LM Rajab Jinik, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Persinas ASAD. Menurutnya, pendekatan holistik yang menyatukan pelatihan fisik dan pembentukan akhlak merupakan solusi strategis untuk menekan angka masalah sosial, seperti penyalahgunaan narkoba, tindak kriminalitas, hingga pergaulan bebas di kalangan remaja.

Rajab menambahkan bahwa Pemerintah Kota Kendari saat ini tengah berupaya merumuskan regulasi berupa Peraturan Daerah untuk menanggulangi penyakit sosial. Ia berharap inisiatif positif dari Persinas ASAD dapat menjadi model percontohan bagi organisasi kemasyarakatan lainnya dalam upaya menjaga masa depan generasi muda di Kota Kendari.