Indonesia dan Belarus resmi menyepakati penguatan kemitraan strategis di bidang kesehatan. Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan kenegaraan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Belarus, Alexandr Lukashenko, yang berlangsung di Jakarta.
Dalam pembahasan tersebut, kedua kepala negara menekankan pentingnya kolaborasi dalam penguatan sistem ketahanan kesehatan. Fokus utama kerja sama mencakup transfer teknologi serta pengembangan industri farmasi yang diharapkan mampu mendukung ketersediaan obat-obatan dan perangkat medis yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Langkah diplomatik ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi industri kesehatan dalam negeri melalui pertukaran tenaga ahli serta riset bersama dengan pihak Belarus. Selain sektor kesehatan, kedua pemimpin juga meninjau berbagai potensi peluang ekonomi yang dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas serta kesejahteraan rakyat di kedua negara.
Pertemuan kenegaraan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral RI-Belarus yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam bentuk kerja sama konkret di lapangan dalam waktu dekat. Pemerintah kedua negara berkomitmen untuk terus memantau tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah dirumuskan demi kepentingan nasional masing-masing.