Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) terus memperkuat kolaborasinya dengan sektor industri dalam upaya mengakselerasi pengembangan teknologi pengolahan kopi Arabika di Indonesia. Kali ini, kampus vokasi yang berbasis di Payakumbuh, Sumatera Barat, menggandeng tiga mitra industri yakni NOR Coffee Jember, SS All Mesin Jember, serta WE x Suji Mini Roaster untuk merancang dan merakit perangkat produksi kopi yang lebih modern dan terukur.

Kerja sama ini merupakan bagian dari program penelitian yang dinahkodai oleh Prof. Dr. Rince Alfia Fadri selaku ketua tim peneliti, didampingi oleh Fidela Violalita, M.P. dan Henny Fitri Yanti, M.Sc. Proyek ini turut melibatkan partisipasi aktif alumni serta mahasiswa PPNP, sehingga menciptakan ekosistem riset yang melibatkan berbagai elemen akademik.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing mitra industri memiliki peran spesifik. NOR Coffee Jember berkontribusi dalam proses perakitan mesin sangrai atau coffee roaster, sementara SS All Mesin Jember bertanggung jawab atas pembuatan oven pengering buah kopi. Adapun WE x Suji Mini Roaster dimanfaatkan sebagai instrumen pengujian profil penyangraian pada skala laboratorium, guna memperoleh parameter yang presisi dan konsisten.

Tidak sekadar berfokus pada aspek perangkat keras, penelitian ini juga menghadirkan inovasi digital bernama EcoTrace. Sistem ketertelusuran berbasis teknologi blockchain ini dirancang untuk merekam setiap tahapan produksi kopi secara menyeluruh, mulai dari proses di kebun, pascapanen, penyangraian, hingga produk akhir yang siap dipasarkan. Dengan sistem ini, transparansi dan kepercayaan konsumen terhadap produk kopi diharapkan meningkat secara signifikan.

Sasaran utama dari keseluruhan riset ini adalah mendongkrak daya saing kopi Arabika Indonesia di kancah global, khususnya melalui pengembangan teknologi produksi kopi spesialti yang mampu mempertahankan kandungan antioksidan tinggi sehingga menghasilkan produk yang lebih sehat bagi konsumen.

Prof. Dr. Rince Alfia Fadri menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku industri merupakan kunci agar hasil-hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai temuan akademik di laboratorium, melainkan dapat diterapkan secara nyata oleh para pelaku usaha kopi di lapangan.

"Melalui kolaborasi dengan mitra industri, alumni, dan mahasiswa, kami berharap teknologi yang dikembangkan ini mampu meningkatkan kualitas kopi Indonesia, memperkuat daya saing UMKM, sekaligus mendukung terciptanya produk kopi Arabika yang lebih sehat, aman, dan bernilai tambah," ungkap Prof. Rince.