Pemerintah Vietnam kini mempercepat realisasi pengembangan teknologi strategis melalui penekanan pada efektivitas komersialisasi produk. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Perdana Menteri No. 808/QD-TTg yang menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk segera menjalankan 20 agenda prioritas teknologi nasional.
Hingga awal Juli 2026, Kementerian Sains dan Teknologi tercatat telah menerima 28 proposal proyek strategis dari berbagai instansi pemerintah. Saat ini, pihak kementerian tengah melakukan peninjauan intensif terhadap setiap usulan tersebut dan dijadwalkan untuk menyampaikan laporan komprehensif kepada Perdana Menteri sebelum 20 Juli 2026.
Wakil Menteri Sains dan Teknologi, Bui Hoang Phuong, mengungkapkan bahwa evaluasi awal menunjukkan beberapa sektor teknologi telah menunjukkan tingkat kesiapan tinggi. Inovasi seperti kecerdasan buatan (AI) pada kamera, robot otonom, drone (UAV), hingga platform pendidikan cerdas diprediksi mampu mencapai tahap komersialisasi lebih cepat, bahkan sebelum tahun 2026 berakhir.
Selain sektor teknologi digital, pengembangan di bidang bioteknologi untuk kebutuhan pertanian dan kesehatan juga menjadi fokus utama. Pemerintah menekankan bahwa setiap proyek harus mampu menjawab tantangan praktis di lapangan, mulai dari manajemen perkotaan, logistik, hingga peningkatan efisiensi produksi industri.
Lebih lanjut, Bui Hoang Phuong menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif pimpinan di kementerian, lembaga pusat, hingga pemerintah daerah. Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, pemerintah optimis bahwa penerapan teknologi strategis ini akan menjadi penggerak utama dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan daya saing Vietnam di panggung global.