Pasar modal domestik mengawali pekan ini dengan optimisme tinggi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Indeks tercatat melonjak 131,2 poin atau 2,28% ke posisi 5.875,7, memberikan sinyal kuat bagi investor untuk kembali melakukan akumulasi saham.

Analis dari Phintraco Sekuritas memproyeksikan bahwa IHSG memiliki potensi besar untuk menguji level psikologis 5.900 hingga 6.000. Analisis teknikal menunjukkan posisi indeks telah berhasil menembus MA5 dan MA10, yang diperkuat oleh indikator MACD serta stochastic RSI yang membentuk pola golden cross. Kondisi ini mencerminkan momentum kenaikan yang cukup solid dalam jangka pendek.

Sentimen eksternal menjadi pendorong utama di balik tren positif ini. Ekspektasi pasar terhadap potensi penundaan kenaikan suku bunga oleh The Fed, menyusul rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang di bawah ekspektasi, telah memicu aliran modal ke aset berisiko. Selain itu, fluktuasi harga komoditas global, di mana harga minyak mentah mengalami koreksi dan harga emas kembali rebound, turut memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan indeks.

Meskipun secara akumulasi mingguan IHSG sempat terkoreksi tipis 0,35% dan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut sekitar Rp15 triliun, para pelaku pasar kini tengah mencermati peluang pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham-saham seperti TLKM dan BBCA menjadi sorotan utama dalam daftar rekomendasi investor untuk mencermati potensi pertumbuhan nilai di tengah optimisme pemulihan pasar.