Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, menyerukan kepada seluruh elite politik nasional untuk mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi. Di tengah tekanan geopolitik global, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik demi kepentingan bangsa di atas ambisi praktis sesaat.
Misbakhun menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan instrumen demokrasi yang sah dan harus dihormati. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tersebut dilakukan secara bertanggung jawab tanpa memperkeruh suasana. Menurutnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah membuktikan keterbukaan terhadap masukan, seperti langkah penegakan hukum dalam program Makan Bergizi Gratis sebagai bentuk respons konkret terhadap kritik publik.
Dalam kesempatan tersebut, Misbakhun juga menyoroti peran PDI Perjuangan dalam dinamika politik saat ini. Sebagai partai dengan rekam jejak panjang dalam pemerintahan, ia berharap PDIP mampu menghadirkan kritik yang lebih substantif dan berorientasi pada solusi, bukan sekadar respons retoris yang justru memanaskan suhu politik nasional.
Legislator asal Jawa Timur ini turut mengkritisi fenomena 'politik dua kaki' yang kerap diperlihatkan sejumlah pihak. Ia menilai praktik sikap yang berubah-ubah—mendekat saat ada apresiasi publik dan menjauh saat ada masalah—merupakan tindakan yang tidak elegan dan mencederai pendidikan politik masyarakat. Konsistensi sikap, menurutnya, adalah kunci pendewasaan demokrasi.
Menutup pernyataannya, Misbakhun mengajak seluruh elemen partai politik untuk menanggalkan perbedaan demi kolaborasi nyata dalam menghadapi tantangan nasional. Ia berharap para pemimpin partai dapat memberikan keteladanan dengan memprioritaskan wawasan kebangsaan agar situasi tetap kondusif bagi kemajuan Indonesia ke depan.