Dominasi bursa aset kripto global terhadap investor asal Indonesia menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri dalam negeri. Fenomena ini menciptakan tantangan bagi penyedia platform resmi yang telah berizin untuk menarik kembali arus transaksi agar tetap berada di dalam ekosistem domestik.
Chief Strategy Officer BTSE Indonesia, Stephanie Kusnadi, mengakui bahwa preferensi trader lokal yang lebih memilih bursa luar negeri merupakan pekerjaan rumah yang cukup berat. Langkah ini menuntut para pengelola platform domestik untuk bekerja ekstra dalam memenangkan kepercayaan publik serta mengintegrasikan pasar kripto nasional.
Sebagai respon atas kondisi tersebut, BTSE Indonesia berkomitmen untuk merancang produk yang lebih kompetitif guna menandingi kualitas layanan platform internasional. Selain itu, perusahaan berencana memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan platform yang legal dan berizin di Indonesia demi menjamin keamanan aset para investor.
Upaya ini diharapkan dapat mengubah peta persebaran investor secara perlahan, sekaligus memperkuat daya saing industri kripto tanah air di mata penggunanya sendiri. Melalui peningkatan kualitas layanan dan pemahaman literasi finansial, industri diharapkan mampu membangun ekosistem digital yang mandiri dan tepercaya.