Microsoft selama ini dikenal mempertahankan dikotomi antara sistem operasi Windows dan asisten kecerdasan buatan (AI) Copilot sebagai dua entitas yang terpisah. Namun, sebuah temuan terbaru dari prototipe internal bernama Project Aion menunjukkan bahwa raksasa teknologi tersebut sempat mengeksplorasi langkah yang jauh lebih revolusioner: menjadikan AI sebagai pusat dari sistem operasi itu sendiri.
Video yang bocor melalui komunitas daring BetaWiki menampilkan konsep radikal di mana elemen klasik Windows, seperti menu Start dan Taskbar yang telah menjadi standar selama puluhan tahun, dihilangkan sepenuhnya. Dalam proyek ini, Copilot tidak lagi sekadar aplikasi pelengkap, melainkan berintegrasi secara mendalam ke dalam inti sistem untuk menciptakan apa yang disebut sebagai 'agentic OS' atau sistem operasi berbasis agen AI.
Prototipe yang berjalan di atas codebase eksperimental bernama 'Win3' ini dirancang dengan pendekatan yang sangat ringan. Sistem ini sepenuhnya berbasis web dan memanfaatkan mesin Chromium serta browser Edge sebagai cangkang utama. Pendekatan ini menunjukkan upaya serius Microsoft dalam memangkas beban tradisional Windows demi pengalaman komputasi yang lebih dinamis dan berbasis AI.
Meskipun rekaman tersebut diyakini asli, para pengamat memperkirakan bahwa proyek ini merupakan eksperimen internal yang dilakukan sekitar dua tahun lalu dan kemungkinan besar telah dihentikan. Hingga saat ini, Microsoft belum memberikan konfirmasi resmi apakah teknologi ini akan dikembangkan lebih lanjut menjadi produk komersial atau hanya berhenti sebagai riset internal.
Terlepas dari statusnya, Project Aion menjadi bukti nyata keberanian Microsoft dalam merombak identitas produk flagship-nya. Langkah ini memberikan gambaran bagaimana masa depan antarmuka PC mungkin akan bergeser dari tampilan desktop tradisional menuju interaksi yang lebih intuitif melalui kecerdasan buatan.