Menghadapi tenggat waktu pendaftaran mahasiswa baru pada 14 Juli, para calon mahasiswa kini dihadapkan pada keputusan krusial dalam menentukan pilihan prioritas studi. Di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi, program studi Teknik Pangan (BF2) dan program lanjutan (BF-E12) menjadi sorotan utama bagi mereka yang ingin mendalami industri sains pangan dengan pendekatan teknik yang modern.

Berbeda dengan anggapan awam yang mengaitkan jurusan ini dengan seni kuliner, program Teknik Pangan di universitas ini justru menekankan pada penerapan sains dan otomatisasi. Mahasiswa akan dibekali dengan kompetensi lintas disiplin, mulai dari kimia, biologi, mikrobiologi, hingga penggunaan Big Data dalam analisis perilaku konsumen. Kurikulum ini dirancang untuk mencetak lulusan yang mampu menciptakan produk pangan aman dan berkualitas dalam skala industri.

Prospek karier lulusan Teknik Pangan tergolong sangat luas dan menjanjikan. Dengan tingkat penyerapan kerja mencapai lebih dari 90% dalam enam bulan pertama, lulusan dapat menempati berbagai posisi strategis. Mulai dari insinyur produksi, ahli penjaminan mutu (QA/QC), spesialis riset dan pengembangan (R&D), hingga peran di lembaga pengawas keamanan pangan pemerintah. Hal ini menjadikan Teknik Pangan sebagai salah satu sektor paling stabil dan berkembang pesat di Vietnam.

Bagi calon mahasiswa yang menginginkan standar pendidikan internasional, program Elitech (BF-E12) menawarkan kurikulum berbasis bahasa Inggris dengan akses peluang global. Program ini telah diakui oleh universitas ternama seperti Monash University dan Massey University, memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan lintas negara. Persyaratan masuk untuk jalur ini mencakup sertifikat bahasa Inggris dengan standar tertentu seperti IELTS 5.0 atau setara.

Terkait strategi penerimaan, pihak fakultas telah memberikan estimasi nilai ambang batas sebagai acuan bagi pendaftar. Untuk program BF2, nilai prediksi berkisar antara 22-23,5 poin, sementara untuk program BF-E12 berkisar di angka 20-22 poin melalui jalur ujian nasional. Pihak universitas menyarankan agar calon mahasiswa menempatkan pilihan ini sebagai prioritas utama guna memaksimalkan peluang lolos seleksi.