Kementerian Kesehatan Vietnam tengah merancang langkah hukum yang lebih agresif untuk menanggulangi krisis kesehatan akibat produk tembakau. Dalam lokakarya yang digelar di Hanoi baru-baru ini, Wakil Menteri Kesehatan, Profesor Tran Van Thuan, menyoroti urgensi pembaruan regulasi guna membentengi anak-anak dan generasi muda dari ancaman rokok elektrik serta inovasi produk nikotin yang terus berkembang.

Data dari kementerian menunjukkan bahwa setiap tahun terdapat lebih dari 100.000 kematian di Vietnam yang berkaitan langsung dengan tembakau. Fenomena ini tidak hanya menelan korban di kalangan perokok aktif, tetapi juga mereka yang terpapar asap rokok pasif. Beban ekonomi dan sosial yang ditimbulkan dari penyakit seperti kanker, gangguan jantung, dan masalah pernapasan kronis dianggap telah menghambat pembangunan berkelanjutan negara.

Kekhawatiran utama otoritas kesehatan saat ini adalah infiltrasi produk nikotin baru, seperti rokok elektrik dan permen hisap nikotin, yang menyasar kaum muda melalui desain kemasan menarik serta varian rasa manis. Meski tingkat merokok konvensional pada remaja usia 13-15 tahun masih terkendali, paparan terhadap nikotin melalui perangkat elektronik justru melonjak tajam. Sekitar 45% remaja pengguna rokok elektrik bahkan dilaporkan belum pernah mencoba rokok konvensional sebelumnya.

Untuk merespons tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan mengajukan dua kebijakan krusial dalam revisi Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Tembakau. Kebijakan pertama mencakup larangan total terhadap produksi, distribusi, iklan, hingga penggunaan segala bentuk produk tembakau baru dan rokok elektronik. Sementara kebijakan kedua mewajibkan pedagang untuk tidak memajang produk tembakau serta memperketat verifikasi usia pembeli melalui identitas resmi.

Selain itu, pemerintah berencana melarang penjualan tembakau secara daring dan melalui mesin penjual otomatis. Langkah ini dinilai sebagai upaya preventif yang paling efektif untuk memutus rantai pasokan nikotin bagi anak-anak di bawah umur. Dengan memperjelas definisi produk tembakau dalam regulasi, otoritas berharap dapat menutup celah hukum yang selama ini dimanfaatkan oleh industri untuk memasarkan produk-produk berbahaya tersebut kepada Generasi Z.