PT Asuransi Jasindo Syariah optimistis mampu memperkokoh posisi ekuitas perusahaan melalui strategi pertumbuhan bisnis organik sepanjang tahun ini. Langkah ini dinilai krusial sebagai fondasi untuk menjaga profitabilitas jangka panjang sekaligus merespons dinamika pasar asuransi syariah di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif.
Sekretaris Perusahaan Jasindo Syariah, Wahyudi, menjelaskan bahwa penguatan modal tidak semata-mata mengandalkan peningkatan premi. Perusahaan kini lebih selektif dalam melakukan underwriting dan mengoptimalkan hasil investasi untuk memastikan kualitas bisnis yang berkelanjutan. Manajemen risiko yang disiplin serta efisiensi operasional menjadi kunci utama dalam strategi ini.
Optimisme perusahaan didorong oleh perluasan ekosistem ekonomi syariah nasional serta meningkatnya literasi masyarakat terkait pentingnya proteksi berbasis syariah. Untuk merealisasikan target tersebut, Jasindo Syariah memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis, mulai dari perbankan syariah, lembaga keuangan, hingga sektor korporasi serta komunitas.
Selain memperluas kanal distribusi melalui pemanfaatan teknologi digital, perusahaan juga fokus pada pengembangan produk yang lebih inklusif bagi segmen ritel dan mikro. Pendekatan ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap perlindungan asuransi sekaligus meningkatkan retensi nasabah melalui layanan yang lebih personal.
Hingga Mei 2026, Jasindo Syariah mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar Rp103,34 miliar dengan beban klaim berada di angka Rp48,66 miliar. Fokus sektor yang disasar mencakup pembiayaan, infrastruktur, energi, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan UMKM guna memastikan cakupan perlindungan yang lebih luas dan merata.