Pixar Animation Studios resmi kembali membawa penonton ke dalam dunia imajinatif melalui sekuel kelima dari waralaba legendarisnya, Toy Story 5. Di bawah arahan sutradara Andrew Stanton, film ini mengeksplorasi tantangan nyata yang dihadapi anak-anak modern: dominasi gawai yang perlahan menggeser eksistensi permainan tradisional.

Kisah ini berfokus pada kehidupan Bonnie yang kini berusia delapan tahun. Dalam upayanya beradaptasi dengan lingkungan sosial, orang tua Bonnie memberikan perangkat pintar bernama Lilypad—sebuah tablet interaktif berbentuk katak. Kehadiran perangkat ini secara drastis mengubah dinamika di kamar Bonnie, memaksa Woody, Buzz Lightyear, Jessie, dan karakter lainnya untuk mengevaluasi kembali peran mereka di tengah gempuran teknologi digital.

Andrew Stanton tidak sekadar menyajikan petualangan visual, tetapi dengan berani mengangkat kecemasan orang tua terkait ketergantungan layar pada anak. Melalui narasi yang menyentuh, film ini mengajak penonton untuk merenungkan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan menjaga esensi interaksi emosional serta nilai-nilai persahabatan yang otentik.

Dari sisi produksi, penampilan jajaran pengisi suara ikonik seperti Tom Hanks dan Joan Cusack memberikan kedalaman emosional yang kuat. Meskipun durasi 102 menit terasa sedikit padat di bagian awal akibat pengenalan banyak karakter baru, visualisasi kontras antara tekstur mainan klasik dan kemilau layar digital berhasil dieksekusi dengan memukau. Didukung aransemen musik dari Randy Newman, Toy Story 5 tetap menjadi karya yang relevan sekaligus mampu mempertahankan jiwa dari waralaba aslinya.