Pemerintah Iran tengah melakukan persiapan akhir untuk menggelar seremoni pemakaman kenegaraan bagi mendiang Ayatollah Khamenei. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/7) di kompleks Grand Mosalla, Teheran, ini diproyeksikan akan menjadi salah satu prosesi pemakaman terbesar dalam sejarah negara tersebut, dengan estimasi jumlah pelayat mencapai 15 hingga 20 juta orang.
Di tengah suasana duka yang menyelimuti ibu kota, otoritas keamanan Iran mengeluarkan pernyataan tegas terkait kelanjutan investigasi dan penegakan keadilan atas peristiwa yang merenggut nyawa Khamenei. Mohammad Baqer Zolqadr, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menegaskan bahwa berkas kasus kematian Khamenei dan para martir lainnya tetap menjadi prioritas utama negara.
"Kami memastikan bahwa para pelaku serta pihak-pihak yang berada di balik kejahatan ini akan menerima konsekuensi setimpal pada waktu yang tepat," ujar Zolqadr dalam pernyataan resminya. Ia menekankan bahwa doktrin keamanan nasional Iran akan terus menjunjung tinggi prinsip pembalasan sebagai simbol kehormatan negara.
Ayatollah Khamenei sendiri meninggal dunia pada usia 86 tahun akibat serangan yang terjadi di kediamannya pada akhir Februari lalu, tepat saat konflik di Timur Tengah mulai memuncak. Meskipun saat ini Iran dan Amerika Serikat tengah menjalani fase gencatan senjata pasca-penandatanganan perjanjian awal, ketegangan retoris mengenai kematian sang pemimpin spiritual Syiah tersebut masih terus membayangi stabilitas regional.
Jenazah Khamenei akan disemayamkan di Imam Khomeini Mosalla, sebuah lokasi strategis yang kerap digunakan untuk kegiatan keagamaan berskala nasional. Selain jenazah sang Ayatollah, pihak keluarga yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut juga akan disemayamkan dalam rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan yang akan dipusatkan di lokasi tersebut.