Industri tekstil global kini menatap babak baru dalam upaya menekan jejak polusi melalui adopsi teknologi pewarnaan berbasis ultrasonik. Inovasi yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan asal Israel, Sonovia, baru saja mendapatkan dukungan strategis dari raksasa tekstil Brasil, Vicunha, melalui suntikan investasi senilai 2,4 juta shekel atau setara dengan 800.000 dolar AS.
Kesepakatan ini memberikan Vicunha kepemilikan sebesar 20 persen saham di Sonovia, sebuah langkah yang menempatkan valuasi perusahaan inovator tersebut pada angka 4 juta dolar AS. Investasi ini menjadi katalis penting bagi Sonovia untuk mengakselerasi transisi dari tahap riset dan pengembangan menuju komersialisasi teknologi di skala global.
Keunggulan utama teknologi yang ditawarkan Sonovia terletak pada penggunaan gelombang ultrasonik untuk memasukkan zat pewarna indigo secara langsung ke dalam serat kain. Metode ini diklaim mampu menggantikan proses konvensional yang selama ini dikenal boros air dan sangat bergantung pada penggunaan bahan kimia berbahaya, sehingga menawarkan solusi produksi yang jauh lebih berkelanjutan.
Sebagai mitra, Vicunha merupakan salah satu produsen denim terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 8 persen. Perusahaan ini dikenal sebagai pemasok utama bagi jenama mode internasional ternama seperti Zara, Diesel, Calvin Klein, serta American Eagle. Partisipasi mereka dalam pendanaan ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa industri manufaktur tradisional mulai terbuka terhadap transformasi hijau.
Shuki Hershkovitz, pendiri sekaligus presiden Sonovia, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan validasi atas potensi teknologi asal Israel dalam memecahkan tantangan lingkungan global. Para pengamat industri menilai tren ini mencerminkan diversifikasi kemampuan inovasi Israel, yang kini tidak hanya terbatas pada sektor siber atau kecerdasan buatan, namun juga merambah ke solusi manufaktur berkelanjutan yang berdampak positif bagi ekosistem industri global.