Tim Crystal dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina (UPER) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama dalam kompetisi Estimasi Biaya Proyek di ajang Civil National Expo (CNE) 2026. Inovasi yang mereka tawarkan menjawab tantangan krusial dalam industri konstruksi di Indonesia, yakni tingginya angka kesalahan koordinasi dan pekerjaan ulang (rework) pada proyek rumah tinggal.
Tim yang terdiri dari Dimas Agim Jamiat, Fikri Andika Ramadani, dan Fasha Al Ihsan ini mengembangkan metode konstruksi yang mengintegrasikan Building Information Modeling (BIM) 5D dengan teknologi Augmented Reality (AR). Sistem ini memungkinkan seluruh data proyek—mulai dari desain, material, hingga jadwal dan estimasi biaya—terpusat dalam model digital yang divisualisasikan secara nyata di lapangan sebelum proses konstruksi dimulai.
Dalam simulasi proyek rumah tinggal tiga lantai dengan nilai investasi Rp5 miliar, metode tersebut terbukti mampu memangkas biaya hingga Rp588 juta atau sekitar 11 persen dari anggaran total. Selain efisiensi biaya, penerapan teknologi ini juga berhasil menyingkat durasi pengerjaan proyek hingga 41 hari lebih cepat dibandingkan target awal melalui optimalisasi perangkat lunak Revit dan Navisworks.
Dosen pembimbing Tim Crystal, Dr. Vani Arliani, S.T., M.T., menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari metode Project-Based Learning (PBL) yang diterapkan di lingkungan universitas. Pendekatan ini memacu mahasiswa untuk tidak sekadar menguasai teori, tetapi juga aktif menciptakan solusi aplikatif yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan kerja.
Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., turut mengapresiasi inovasi tersebut. Ia menegaskan komitmen institusinya dalam mengadopsi kurikulum adaptif terhadap transformasi digital guna menghasilkan lulusan yang kompeten serta mampu memberikan kontribusi solutif bagi tantangan industri konstruksi nasional di masa depan.