Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan taringnya kembali dengan mencatatkan penguatan di awal pembukaan semester kedua tahun 2026. Setelah mengalami tren pelemahan selama tiga hari beruntun, indeks utama bursa domestik ini berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 51,93 poin atau 0,92%, membawa IHSG parkir di level 5.695,12 pada perdagangan Rabu (1/7/2026).

Aktivitas perdagangan sepanjang hari tersebut berlangsung cukup dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp10,28 triliun. Secara keseluruhan, terdapat 18,68 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,56 juta kali transaksi. Sentimen positif pasar terlihat dari dominasi emiten yang menguat, yakni sebanyak 391 saham, berbanding 263 saham yang terkoreksi dan 305 saham lainnya yang ditutup stagnan.

Di balik optimisme pasar tersebut, dinamika aliran modal asing masih menjadi sorotan. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell dengan total nilai Rp577,79 miliar. Aksi jual ini terbagi menjadi Rp548,44 miliar di pasar reguler, serta Rp29,35 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Kendati secara keseluruhan terjadi tekanan jual oleh pemodal asing, namun pola akumulasi tetap terlihat pada beberapa saham spesifik. Merujuk pada data Stockbit, terdapat 10 emiten yang terpantau kompak menjadi sasaran beli bersih (net foreign buy) oleh investor asing di tengah momentum kebangkitan IHSG tersebut.