Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia kini memasuki fase baru yang tidak lagi sekadar mengandalkan aspek visual dan harga. GAC AION, produsen otomotif asal Tiongkok, menegaskan bahwa keunggulan kompetitif mereka terletak pada fondasi teknologi global yang telah dirintis selama hampir tiga dekade melalui investasi masif di bidang riset dan pengembangan (R&D).

Dengan dedikasi panjang dalam inovasi, GAC tidak hanya menawarkan kendaraan listrik modern, tetapi juga menyematkan standar engineering kelas dunia pada setiap lini produknya. Seluruh tahapan mulai dari desain, proses manufaktur, hingga pengujian kualitas dilakukan dengan protokol ketat guna memastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan performa yang andal bagi pengguna.

Komitmen inovasi ini tercermin melalui alokasi dana R&D yang signifikan, mencapai RMB 7,71 miliar atau setara dengan 7,98 persen dari total pendapatan perusahaan. Investasi tersebut menjadi bahan bakar bagi pengembangan teknologi masa depan, termasuk baterai all-solid-state lithium, sistem kemudi otonom L3, hingga inovasi mobilitas udara, GOVY AirJet.

CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyatakan bahwa pihaknya membawa kapabilitas engineering global tersebut untuk menjawab kebutuhan pasar di Indonesia. Menurutnya, konsistensi dalam riset memungkinkan GAC menghadirkan teknologi yang relevan tanpa mengorbankan kualitas standar internasional yang telah diterapkan di 102 negara.

Selain memperkuat portofolio produk, GAC juga menerapkan strategi "In Local, For Local" di Indonesia. Langkah ini mencakup penguatan jaringan dealer, peningkatan layanan purna jual, serta komitmen dalam perakitan lokal untuk mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sehingga pengalaman memiliki mobil listrik global tetap selaras dengan ekosistem otomotif nasional.