Dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan aset paling berharga bagi institusi kepolisian. Ia mengingatkan seluruh personel bahwa legitimasi Polri bersumber dari rakyat, sehingga setiap tindakan harus mencerminkan pelindungan dan pengabdian tanpa pamrih.
Prabowo menekankan urgensi kedekatan emosional antara polisi dan rakyat. Menurutnya, aparat penegak hukum harus hadir sebagai pelindung yang sigap merespons kebutuhan masyarakat. Ia secara spesifik mengingatkan bahwa seluruh fasilitas dan tunjangan yang diterima anggota Polri berasal dari pajak rakyat, sehingga kewajiban utama mereka adalah memastikan keamanan serta kesejahteraan warga negara tetap terjaga.
Lebih lanjut, Presiden menyoroti pentingnya keadilan dalam penegakan hukum. Ia mendorong anggota Polri untuk tidak gentar dalam membela kaum lemah dan menjunjung tinggi kebenaran, dengan landasan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keberanian moral menjadi kunci agar Polri tidak mudah diintervensi oleh pihak mana pun dalam menjalankan tugasnya.
Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, Prabowo mewajibkan Polri untuk terus berinovasi dan menguasai teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan (AI). Ia menyatakan bahwa kompetensi intelaktual adalah senjata utama untuk menekan angka kejahatan modern, di mana aparat dituntut untuk terus belajar agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Sebagai penutup, Presiden menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral, mulai dari TNI hingga berbagai elemen masyarakat seperti akademisi, buruh, dan tokoh agama. Ia berpesan agar Polri tetap menjadi institusi yang rendah hati, terbuka terhadap kritik, serta terus melakukan evaluasi diri guna menciptakan organisasi yang dicintai dan dihormati oleh rakyat Indonesia.