Ruang Tempudau di Kantor Bupati Kutai Timur mendadak menjadi pusat perhatian para pelaku usaha muda dan mahasiswa pada Sabtu (4/7/2026). Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Sangatta menyelenggarakan program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) Lite dengan misi utama mentransformasi pola pikir pelaku usaha agar lebih adaptif dan kompetitif di pasar modern.
Ketua TDA Sangatta, Muhammad Ali, menyoroti realitas bahwa banyak pelaku usaha terjun ke dunia bisnis hanya karena desakan ekonomi atau mengikuti tren tanpa membekali diri dengan fundamental yang kuat. Menurutnya, bisnis yang berkelanjutan membutuhkan ilmu dan strategi yang terukur, bukan sekadar keberuntungan atau sekadar meniru praktik bisnis orang lain.
Program KMB Lite ini dirancang sebagai inkubator bisnis selama tiga bulan. Melalui sistem mentoring, satu praktisi berpengalaman akan mendampingi lima pelaku usaha untuk memastikan setiap unit bisnis dapat naik kelas—dari level dasar hingga taraf korporasi. Seluruh proses ini selaras dengan empat nilai utama TDA, yakni silaturahmi, integritas, berbagi ilmu, serta orientasi pada kemajuan.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir membuka kegiatan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Dalam testimoninya, ia membagikan pengalaman masa kecilnya yang sarat akan nilai kewirausahaan, mulai dari berjualan jajanan hingga mengelola tata buku toko bangunan. Beliau menekankan pentingnya validasi data dan disiplin administratif sebagai kunci sukses dalam manajemen bisnis modern.
Selain menyoroti pentingnya manajemen internal, Bupati juga mendorong para wirausahawan lokal untuk lebih peka terhadap potensi daerah. Ia menekankan bahwa peluang ekonomi kreatif di Kutai Timur sangat luas, terutama dengan momentum pengakuan internasional terhadap Geopark Sangkulirang-Mangkalihat serta urgensi pengembangan sektor pangan mandiri melalui metode pertanian terpadu di tingkat rumah tangga.