Jakarta — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menekankan pentingnya bagi bank-bank milik negara untuk terus membenahi fundamental bisnis mereka. Langkah ini dinilai krusial agar lembaga keuangan BUMN tetap sehat, memiliki daya saing tinggi, serta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dinamika ekonomi global maupun domestik.
Arahan tersebut disampaikan Dony menyusul pertemuan strategis dengan jajaran direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada Jumat (3/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada evaluasi kinerja korporasi serta sinkronisasi arah strategi bisnis BNI dalam menghadapi tantangan industri perbankan ke depan.
Dony menegaskan bahwa pertumbuhan sebuah lembaga keuangan tidak akan berkelanjutan tanpa ditopang oleh fondasi internal yang kokoh. Oleh karena itu, optimalisasi aksi korporasi menjadi instrumen vital bagi BNI untuk memperluas jangkauan pembiayaan ke sektor-sektor produktif. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas bisnis yang berdampak langsung pada akselerasi pembangunan nasional.
Selain itu, penguatan sinergi di dalam ekosistem BUMN turut menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Dony menyatakan bahwa BP BUMN dan Danantara Indonesia berkomitmen penuh untuk mengawal transformasi bank-bank negara agar dapat memberikan kontribusi maksimal, tidak hanya bagi performa perusahaan itu sendiri, tetapi juga dalam menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat luas.