Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan resmi memperkenalkan inovasi teknologi terbaru bernama QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) dalam ajang Forum Bisnis dan Investasi pada rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakornas) XVIII APEKSI, Rabu (1/7).

Inovasi ini dirancang sebagai solusi digital untuk memperkuat tata kelola perpajakan daerah agar lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Melalui sistem ini, Pemerintah Kota Medan berupaya memastikan seluruh proses pembayaran pajak dapat terpantau secara real-time guna menekan risiko kebocoran pendapatan.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan, Popy Maya Syafira, memaparkan bahwa QRESTO merupakan langkah strategis pemko dalam mengakselerasi digitalisasi birokrasi. Ia menegaskan bahwa sistem ini tidak hanya mempermudah wajib pajak, namun juga menjadi tulang punggung dalam pengawasan transaksi yang lebih presisi.

Pengembangan QRESTO turut melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk dukungan dari Bank Indonesia perwakilan Sumatra Utara dalam aspek kebijakan moneter, serta PT Bank Sumut yang berperan dalam integrasi teknis sistem perbankan. Kolaborasi ini memastikan platform tersebut dapat diakses dengan mudah oleh para pelaku usaha maupun masyarakat umum.

Pemerintah Kota Medan berharap kehadiran QRESTO dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan teknologi QRIS dan sistem splitting otomatis. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak secara signifikan di masa mendatang.