Pemerintah Kota Kendari secara resmi memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik 2026. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk mentransformasi sektor pertanian di wilayah tersebut, agar para petani tidak lagi sekadar mengandalkan intuisi, melainkan memanfaatkan data ilmiah serta teknologi mutakhir dalam menjaga stabilitas produktivitas pangan.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa paradigma bertani harus segera berubah. Ia menekankan bahwa pertanian saat ini adalah sektor ekonomi modern yang menjanjikan, sehingga stigma pekerjaan konvensional harus segera ditinggalkan. Ridwan juga menaruh harapan besar kepada generasi muda Sulawesi Tenggara untuk terlibat aktif sebagai penggerak modernisasi pertanian di daerah.

Perwakilan Pemerintah Kota Kendari, Rahmat Yunus, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendari, menyatakan apresiasi mendalam atas sinergi antara BMKG, Komisi V DPR RI, dan BPD HIPMI Sultra. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial untuk menghadapi tantangan perubahan iklim yang memicu pergeseran musim dan cuaca ekstrem, yang kerap mengancam ketahanan pangan serta memicu inflasi di Kota Kendari.

Melalui SLI ini, para petani dibekali dengan kemampuan teknis dalam membaca data klimatologi dari BMKG. Data tersebut menjadi acuan vital dalam menentukan waktu tanam yang presisi, pemilihan komoditas yang adaptif, hingga mitigasi risiko gagal panen. Pemkot Kendari berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pertanian perkotaan dengan optimalisasi lahan yang ada guna memperkuat kemandirian pangan lokal.