Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam kini mengambil langkah progresif untuk mengakselerasi pengembangan teknologi strategis nasional. Melalui penyederhanaan regulasi dan sinkronisasi standar teknis, pemerintah berupaya menghilangkan hambatan birokrasi yang selama ini menghambat transformasi digital di berbagai kementerian serta instansi daerah.
Menteri Sains dan Teknologi, Vu Hai Quan, menegaskan bahwa terobosan kebijakan telah memungkinkan setiap instansi untuk menerapkan mekanisme percontohan pada platform digital yang belum tersedia di pasar komersial. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan pendanaan proyek transformasi digital dapat tersalurkan secara lebih efisien dan tepat sasaran.
Hingga saat ini, sebanyak 28 proposal terkait pengembangan teknologi strategis telah diterima pemerintah. Beberapa inovasi unggulan yang menunjukkan progres signifikan mencakup kamera berbasis kecerdasan buatan (AI), robot otonom, kendaraan udara nirawak (UAV), hingga platform pendidikan cerdas serta produk bioteknologi. Produk-produk tersebut diproyeksikan dapat mulai diimplementasikan untuk kebutuhan manajemen perkotaan, logistik, dan kesehatan pada tahun 2026.
Wakil Menteri Sains dan Teknologi, Bui Hoang Phuong, menjelaskan bahwa pemerintah tetap realistis dalam memetakan target pencapaian. Sementara teknologi aplikasi dapat dikebut penyelesaiannya dalam waktu singkat, proyek infrastruktur kompleks seperti teknologi satelit dan kereta api kecepatan tinggi memerlukan peta jalan riset yang lebih panjang hingga tahun 2030.
Dalam upaya menjamin keberlanjutan inovasi, Kementerian tengah meninjau lebih dari 3.000 standar domestik dan internasional agar selaras dengan norma global seperti ISO dan IEC. Sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta ini diharapkan mampu memantapkan posisi Vietnam dalam meraih kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi di tingkat regional.