Tim nasional Indonesia kini memiliki kedalaman skuad yang mumpuni menjelang perhelatan Piala AFF 2026 yang akan bergulir pada akhir Juli mendatang. Strategi pelatih John Herdman untuk memprioritaskan pemain yang merumput di kompetisi domestik, Super League, mendapatkan dukungan signifikan berkat masifnya pergerakan klub-klub lokal dalam bursa transfer pemain keturunan.
Keputusan John Herdman untuk tidak memanggil pemain dari luar negeri didasarkan pada status Piala AFF yang bukan merupakan turnamen resmi FIFA, sehingga klub tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemain. Sebagai solusinya, kehadiran para pemain naturalisasi yang telah berkarier di Indonesia menjadi kunci utama dalam pembentukan formasi tim.
Persib Bandung menjadi motor penggerak utama dalam tren ini. Bergabungnya Sandy Walsh ke kubu Maung Bandung pada awal Juli 2026 melengkapi koleksi pemain naturalisasi di tim tersebut. Sebelumnya, Persib telah lebih dulu mengamankan jasa Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx. Kehadiran empat pemain ini memperkuat posisi Persib sebagai salah satu penyumbang talenta terbesar bagi skuad Garuda.
Selain Persib, klub lain juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap komposisi pemain naturalisasi di liga domestik. Persija Jakarta tercatat memiliki tiga pemain, yakni Jordi Amat, Mauro Zijlstra, dan Shayne Pattynama. Sementara itu, Dewa United mengandalkan Ivar Jenner dan Rafael Struick, serta Bali United yang diperkuat oleh Jens Raven.
Total sudah terdapat 10 pemain naturalisasi yang kini berkompetisi di liga lokal. Angka ini diprediksi akan terus bertambah menyusul rumor kepindahan Ragnar Oratmangoen yang dikaitkan dengan Persib Bandung. Dengan akumulasi pemain yang tersebar di berbagai klub tersebut, Timnas Indonesia memiliki potensi besar untuk mengandalkan setidaknya 11 pemain naturalisasi saat berlaga di Grup A Piala AFF 2026 menghadapi Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.