Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika kini tengah mengintensifkan langkah-langkah strategis pasca ditemukannya dua pasien yang menderita filariasis atau penyakit kaki gajah dalam kondisi kronis. Sebagai langkah responsif, otoritas kesehatan setempat telah melaksanakan workshop tatalaksana penanganan yang melibatkan tenaga medis dari berbagai puskesmas dan rumah sakit di Timika.

Sekretaris Dinkes Mimika, Sisma HL, menegaskan bahwa penanganan filariasis tidak cukup hanya dengan pemberian obat-obatan. Diperlukan penguatan fungsi promosi kesehatan (Promkes) dan surveilans ilmiah yang lebih ketat. Hal ini mengingat masa inkubasi parasit setelah gigitan nyamuk yang cukup panjang, yakni 6 hingga 12 bulan, sehingga deteksi dini dan pemahaman siklus hidup nyamuk menjadi kunci utama pemutusan rantai penularan.

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat serta keengganan warga untuk memeriksakan diri secara terbuka. Menanggapi hal tersebut, Dinkes Mimika berkomitmen untuk merangkul tokoh masyarakat dan lintas sektor agar edukasi terkait bahaya filariasis dapat tersampaikan dengan lebih efektif. Penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria di kelenjar getah bening ini berisiko menyebabkan kecacatan permanen pada anggota gerak atau alat kelamin jika tidak ditangani secara medis.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Kamaludin, menambahkan bahwa pihaknya telah menjalankan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) selama delapan tahun berturut-turut. Fokus ke depan mencakup peningkatan keterampilan diagnosis bagi tenaga kesehatan serta kunjungan rumah secara berkala bagi pasien kronis yang sudah teridentifikasi.

Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI, Dinkes Mimika menargetkan seluruh rangkaian prosedur tatalaksana kasus dapat berjalan sesuai standar nasional. Upaya masif ini merupakan bagian dari komitmen daerah untuk mencapai target eliminasi, di mana Mimika diproyeksikan dapat menerima sertifikat bebas filariasis pada tahun 2030 mendatang.