Pemerintah Kabupaten Tangerang terus melakukan upaya mitigasi kesehatan bagi warga yang terdampak paparan asap akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hingga saat ini, tercatat 22 warga masih dalam pendampingan intensif tim medis setelah sebelumnya jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sempat mencapai angka ratusan.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa penurunan jumlah pasien aktif merupakan hasil dari respon cepat tim medis di lapangan. Petugas gabungan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat kini menerapkan metode jemput bola dengan mendatangi rumah warga secara langsung guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau meski sebagian besar telah kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi memburuknya kondisi kesehatan warga, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah melakukan penambahan jumlah personel secara signifikan. Sebanyak 50 tenaga kesehatan kini disiagakan di posko darurat yang berlokasi di Kantor Desa Tanjakan Mekar dan Desa Rajeg Mulya, melonjak jauh dari jumlah awal yang hanya belasan orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyatakan fokus utama saat ini adalah memitigasi risiko komplikasi penyakit. Pihaknya mewaspadai kemungkinan gejala ISPA berkembang menjadi pneumonia, sebuah kondisi radang paru-paru akut yang memiliki risiko fatalitas tinggi, terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kualitas udara di sekitar tempat tinggal mereka. Warga diwajibkan menggunakan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan guna meminimalisir risiko paparan zat berbahaya dari sisa material sampah yang terbakar.