PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menorehkan tinta emas dalam rekam jejak finansialnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada April 2026, perseroan resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun untuk tahun buku 2025. Angka ini tercatat sebagai nilai dividen terbesar yang pernah diberikan perusahaan sepanjang sejarah berdirinya.
Keputusan pembagian dividen dengan nilai Rp346 per saham tersebut merupakan buah dari performa keuangan yang solid sepanjang tahun 2025, di mana BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasian mencapai Rp57,13 triliun. Momentum positif ini terus berlanjut hingga kuartal pertama tahun 2026 dengan perolehan laba bersih Rp15,5 triliun, tumbuh signifikan sebesar 13,7 persen secara tahunan.
Di bawah supervisi Danantara, BRI kini tengah mengintensifkan agenda transformasi bertajuk "BRIVolution Reignite". Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa fase baru pengelolaan ini menjadi katalis penting untuk mempercepat sinergi serta memperkuat peran bank sebagai agen pembangunan nasional. Fokus utama perusahaan tetap berlabuh pada pemberdayaan UMKM, digitalisasi layanan, dan pengembangan ekosistem perbankan yang inklusif.
Transformasi ini juga membawa efisiensi operasional yang nyata. Melalui inovasi digital seperti BRImo dan Qlola, perseroan sukses menekan biaya dana (cost of fund) ke level 2,3 persen. Di sisi lain, penyaluran kredit produktif terus dipacu, dengan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp84,36 triliun hingga Mei 2026, serta dukungan masif pada sektor perumahan rakyat.
Dony Oskaria, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, mengapresiasi langkah strategis perbankan pelat merah ini. Menurutnya, kinerja solid dari grup BRI menjadi pilar vital dalam mendorong ekonomi nasional, khususnya dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja luas dan meningkatkan daya saing bangsa di pasar global.