Indeks pasar saham di kawasan Asia mencatatkan penguatan pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Tren positif ini sejalan dengan kinerja kontrak berjangka bursa Amerika Serikat yang mampu mempertahankan momentum kenaikannya, terutama berkat pemulihan signifikan pada emiten berbasis teknologi.

Indeks MSCI Asia Pasifik terpantau menanjak 0,5% dengan dominasi saham yang menguat terhadap saham yang terkoreksi mencapai rasio dua banding satu. Lonjakan paling mencolok terlihat pada indeks Kospi di Korea Selatan yang melesat 2,2%. Optimisme pasar Korea Selatan turut dipicu oleh antisipasi investor terhadap penawaran umum perdana saham (IPO) SK Hynix Inc di pasar modal AS yang diprediksi mencapai nilai fantastis sebesar US$29 miliar.

Di sisi lain, bursa Wall Street menunjukkan sinyal positif meski sempat libur nasional. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,5%, sementara Nasdaq 100 mencatatkan kenaikan lebih tajam sebesar 1,4%, mencerminkan kepercayaan investor yang kembali pulih terhadap saham sektor cip dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Berbanding terbalik dengan pasar saham, komoditas energi justru melemah. Harga minyak mentah Brent terkoreksi 0,3% ke level US$71,88 per barel. Penurunan ini dipicu oleh lancarnya distribusi energi di Selat Hormuz di bawah pengawasan AS, serta rencana aliansi OPEC+ untuk meningkatkan kuota produksi minyak secara bertahap pada bulan mendatang.

Memasuki paruh kedua tahun ini, para pelaku pasar tampak mengambil langkah lebih selektif. Fokus investor saat ini tertuju pada rilis laporan keuangan kuartalan untuk menguji apakah investasi masif di bidang infrastruktur AI benar-benar mampu mengonversi anggaran besar menjadi profitabilitas yang berkelanjutan di tengah dinamika geopolitik global.