Jakarta kembali menjadi saksi apresiasi terhadap dunia usaha melalui ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 yang dihelat di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema "Where Growth Meets Strength", perhelatan ini menyoroti urgensi ketangguhan sebagai pilar utama bagi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi yang penuh dengan tekanan.

Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group, Haryadi Sukamdani, menjelaskan bahwa lanskap bisnis saat ini dipenuhi dengan berbagai tantangan krusial, mulai dari inflasi global, fluktuasi nilai tukar, hingga perubahan perilaku konsumen yang dinamis. Menurutnya, korporasi yang mampu bertahan dan berkembang adalah mereka yang sanggup mengintegrasikan kekuatan internal dengan strategi adaptasi yang tepat terhadap tantangan geopolitik yang berkembang.

Haryadi menambahkan bahwa dunia usaha nasional telah melewati masa krusial dalam tiga tahun terakhir, mulai dari masa transisi pandemi menuju endemi pada 2023 hingga momen pergantian pemerintahan pada 2024. Seluruh rangkaian peristiwa tersebut menjadi ujian nyata bagi setiap perusahaan untuk membuktikan daya tahan dan kemampuan adaptasinya di tengah kebijakan baru dan ketidakpastian dunia.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi. Ia menekankan bahwa indikator keberhasilan sebuah perusahaan tidak lagi semata-mata bergantung pada perolehan laba jangka pendek, melainkan pada kualitas tata kelola, manajemen risiko, dan integritas bisnis. Isu keberlanjutan, transformasi digital, serta tantangan perubahan iklim kini menjadi tolok ukur fundamental yang menentukan posisi strategis perusahaan dalam persaingan ekonomi global saat ini.