Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro) kembali memperkaya wawasan mahasiswanya dengan menggelar kuliah praktisi di Fakultas Sains dan Teknik pada Kamis (2/7/2026). Sesi edukatif ini menghadirkan Wakil Ketua I Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bojonegoro, Ir. Alfan Affandi, S.T., M.T., IPM, untuk mengupas tuntas dinamika peluang bisnis di sektor konstruksi masa kini.

Dalam paparannya, Alfan menekankan bahwa kewirausahaan konstruksi menuntut perpaduan harmonis antara keahlian teknis, manajemen proyek yang solid, serta strategi bisnis yang tajam. Ia optimis bahwa pasar konstruksi tetap menjanjikan, didorong oleh kebutuhan pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, mulai dari sektor properti perumahan dan perkantoran hingga fasilitas umum serta jasa renovasi bangunan.

Meski potensi pasarnya besar, Alfan mengingatkan bahwa industri ini memiliki tantangan yang kompleks, seperti persaingan pasar yang ketat, fluktuasi harga material, hingga keterbatasan tenaga kerja terampil. Oleh karena itu, ia mendorong para calon insinyur untuk mulai mengadopsi teknologi modern, seperti Building Information Modeling (BIM) dan metode prefabrikasi, guna menekan risiko kesalahan proyek serta meningkatkan efisiensi operasional.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya profesionalisme yang mencakup kepatuhan terhadap regulasi, penerapan standar keselamatan kerja yang ketat, serta kesadaran terhadap dampak lingkungan. Etika bisnis harus menjadi fondasi utama bagi pengusaha konstruksi agar mampu bersaing secara berkelanjutan di tengah tuntutan pembangunan modern.

Kegiatan yang dipandu oleh moderator Ir. Moh. Sholahudin, S.T., M.T. ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Sesi diskusi interaktif tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menggali pengalaman praktis dari dunia kerja nyata. Langkah ini menegaskan komitmen prodi dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kompetitif.