Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) saat ini tengah mempertimbangkan langkah krusial terkait jadwal pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026. Laga antara tuan rumah Meksiko dan Inggris yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteca pada Minggu (6/7/2026) terancam mengalami perubahan waktu akibat prakiraan cuaca buruk yang diprediksi melanda Mexico City pada malam hari.

Sebagai upaya mitigasi, FIFA mempertimbangkan untuk memajukan waktu kick-off menjadi pukul 12.00 waktu setempat, lebih awal dari jadwal semula yakni pukul 18.00. Perubahan ini dilakukan demi menjamin keselamatan pemain serta kelancaran jalannya pertandingan, menyusul laporan adanya potensi hujan lebat dan risiko banjir yang cukup tinggi di kawasan ibu kota Meksiko.

Keputusan potensi perubahan jadwal ini turut memicu efek domino bagi pertandingan lainnya. Laga antara Brasil dan Norwegia yang digelar di New York dikabarkan mungkin akan mengalami penyesuaian waktu mundur sekitar satu jam untuk mengakomodasi perubahan logistik televisi dan operasional pertandingan secara keseluruhan. Hingga saat ini, pihak otoritas sepak bola dunia tersebut belum memberikan pernyataan resmi mengenai perubahan tersebut.

Di sisi lain, perubahan jadwal ke waktu siang hari membawa tantangan tersendiri, yakni suhu udara yang mencapai 23 hingga 25 derajat Celsius dengan indeks UV tinggi. Faktor ketinggian Stadion Azteca yang berada di 2.200 meter di atas permukaan laut juga menjadi perhatian serius bagi tim medis, mengingat menipisnya ketersediaan oksigen yang dapat mempercepat kelelahan fisik para pemain.

Meskipun Meksiko dianggap memiliki keunggulan adaptasi fisiologis terhadap kondisi dataran tinggi, skuad Inggris menyatakan tetap tenang dan fokus. Pemain kunci seperti Marcus Rashford dan Morgan Rogers menegaskan bahwa timnya tetap siap menghadapi tantangan apa pun, baik dari segi perubahan jadwal maupun kondisi lingkungan, demi menjaga asa melaju ke babak selanjutnya.