Langkah Mesir di ajang Piala Dunia 2026 berlanjut ke babak 16 besar usai menundukkan Australia dalam drama adu penalti di Dallas Stadium, Sabtu (4/7). Pertandingan yang berlangsung sengit sepanjang waktu normal dan babak perpanjangan waktu tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1, memaksa kedua tim menentukan nasib melalui eksekusi bola mati.
Sesaat sebelum babak adu penalti dimulai, strategi taktis tim pelatih Mesir mencuri perhatian. Mereka memanfaatkan teknologi video untuk mempelajari profil Mathew Ryan, kiper senior yang baru saja dimasukkan Australia menggantikan Patrick Beach. Staf pelatih Mesir diketahui secara khusus menganalisis rekaman eksekusi penalti Kylian Mbappe saat Real Madrid berhadapan dengan Levante, klub yang dibela Ryan pada musim 2025/2026.
Analisis tersebut memberikan wawasan krusial bagi para pemain Mesir mengenai kebiasaan Ryan yang kerap melakukan gerakan provokatif ke arah kiri dan kanan gawang. Selain itu, keterbatasan jangkauan jangkauan sang kiper menjadi celah yang dieksploitasi oleh para eksekutor Mesir. Mohamed Salah dkk tampil klinis dengan mengarahkan bola ke sudut-sudut sulit, termasuk tendangan panenka tenang dari Salah yang mengecoh arah pergerakan Ryan.
Keberhasilan Mesir menyapu bersih empat eksekusi penalti dengan sempurna, sementara dua pemain Australia gagal menuntaskan tugasnya, memastikan kemenangan 4-2 bagi tim Afrika tersebut. Hasil ini membawa Mesir melaju ke fase berikutnya untuk menantang Argentina pada Selasa (7/7) pukul 23.00 WIB mendatang.