Para astronom baru saja menyingkap tabir rahasia yang menyelimuti HD 80606 b, sebuah planet gas raksasa dengan massa empat kali lipat Jupiter. Terletak sejauh 217 tahun cahaya dari Bumi, eksoplanet ini menarik perhatian besar komunitas sains karena kondisi atmosfernya yang sangat ekstrem, yang kini berhasil dipetakan secara mendetail oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA.
Keunikan utama planet ini terletak pada jalur orbitnya yang tidak lazim. Dengan tingkat eksentrisitas mencapai 0,93, planet ini bergerak dalam lintasan berbentuk elips yang sangat lonjong. Sebagai perbandingan, orbit Bumi yang hampir melingkar hanya memiliki angka 0,0167. Kondisi ini memaksa HD 80606 b mengalami perubahan jarak yang drastis terhadap bintang induknya dalam periode orbit 111 hari.
Saat mencapai titik terdekat dengan bintangnya atau periastron, jarak planet ini menyusut hingga hanya 0,03 satuan astronomi (AU). Kedekatan ekstrem ini menyebabkan planet tersebut terpapar energi surya 800 kali lebih intens dibandingkan saat berada di titik terjauh. Akibatnya, suhu atmosfer melonjak secara dramatis hingga 600 derajat Celsius hanya dalam waktu singkat, memicu perubahan kimiawi dan formasi awan yang signifikan.
Dr. Laura C. Mayorga, peneliti dalam studi tersebut, menjelaskan bahwa fluktuasi suhu yang intens justru memberikan keuntungan bagi ilmuwan. Kondisi ini memungkinkan observasi data yang sangat bervariasi dalam waktu singkat, yang berfungsi sebagai model penting untuk memahami karakteristik planet gas raksasa lainnya di alam semesta.
Melalui data terbaru dari Teleskop James Webb, para astronom kini berhasil mengidentifikasi jejak gas metana, karbon monoksida, hingga karbon dioksida di atmosfer planet tersebut. Penemuan ini menjadi langkah krusial bagi dunia astronomi dalam membedah evolusi planet di sepanjang lintasan orbitnya, sekaligus membuka cakrawala baru dalam studi eksoplanet berorbit ekstrem di masa depan.