Wacana "Reformasi Jilid II" kembali mencuat ke permukaan publik pada Juni 2026, ditandai dengan aksi demonstrasi yang dipelopori oleh aliansi BEM SI. Gerakan ini berpijak pada tuntutan konkret terkait kondisi ekonomi nasional, terutama menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan beban kebijakan fiskal seperti program Makan Bergizi Gratis yang dinilai memberatkan anggaran negara.
Meskipun narasi tersebut kerap dikaitkan dengan potensi penggantian rezim, analisis politik menunjukkan bahwa gerakan saat ini masih berada dalam fase peringatan dini atau alarm politik, bukan revolusi yang terorganisir. Berbeda dengan Reformasi 1998 yang memiliki konsolidasi elit dan komando terpusat, gerakan mahasiswa kontemporer lebih bersifat cair, terfragmentasi, dan sangat bergantung pada algoritma media sosial.
Para pengamat menilai bahwa tantangan utama gerakan ini adalah belum adanya agenda politik yang solid dan terstruktur. Tuntutan yang beragam mengindikasikan bahwa demonstrasi saat ini masih berfungsi sebagai sarana artikulasi aspirasi publik, bukan cetak biru untuk perubahan sistemik. Selain itu, kondisi ekonomi dan stabilitas institusional di Indonesia saat ini dinilai belum mencapai titik krisis multidimensi seperti dua dekade silam.
Namun, pemerintah tidak boleh meremehkan fenomena ini. Generasi Z, sebagai aktor utama, memiliki karakteristik digital yang memungkinkan mobilisasi terjadi dalam hitungan jam tanpa memerlukan struktur hierarki konvensional. Berkaca pada dinamika politik di sejumlah negara lain, ketidakmampuan pemerintah dalam merespons keresahan ekonomi bisa menjadi bahan bakar bagi eskalasi protes yang lebih besar.
Alih-alih bersikap paranoid, pemerintah dituntut untuk melakukan pendekatan dialogis dan transparan sebagai bagian dari mekanisme koreksi demokrasi. Reformasi Jilid II sebaiknya dimaknai sebagai cermin keresahan generasi masa depan Indonesia. Jika dikelola dengan bijak, energi ini dapat menjadi kekuatan pembaruan, namun jika diabaikan, ia berisiko tumbuh menjadi gelombang politik yang tak terbendung di masa depan.