Putra dari mendiang pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikonfirmasi tidak akan menghadiri prosesi pemakaman ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli mendatang. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan risiko keamanan yang tinggi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Israel.

Perwakilan Mojtaba, Ayatollah Hakim Elahi, menyatakan kepada media India Today bahwa ketidakhadiran tersebut merupakan langkah preventif menyusul ancaman berkelanjutan dari otoritas Israel terhadap para pemimpin Iran. Ketegangan semakin meningkat setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka melabeli jajaran pimpinan Iran sebagai target operasi mereka.

Sebagai tanggapan atas ancaman tersebut, Teheran telah menegaskan sikapnya melalui kementerian luar negeri, yang menjanjikan aksi balasan keras terhadap provokasi apapun di masa depan. Situasi keamanan yang tidak menentu ini memaksa pihak keluarga untuk membatasi kehadiran tokoh-tokoh penting dalam prosesi duka tersebut.

Ayatollah Ali Khamenei sendiri diketahui wafat pada 28 Februari lalu akibat serangan operasi gabungan pasukan Amerika Serikat dan Israel. Meski sempat direncanakan untuk dimakamkan pada bulan Maret, prosesi penghormatan terakhir terpaksa ditunda hingga saat ini akibat berkecamuknya perang.

Rangkaian upacara pemakaman akan dimulai pada 4 Juli di ibu kota Teheran, dilanjutkan dengan prosesi di kota suci Qom pada 7 Juli, sebelum akhirnya dikebumikan dua hari kemudian.