Universitas Sumatera Utara (USU) resmi melantik jajaran ketua, sekretaris, departemen, dan program studi untuk periode 2026-2031. Upacara pelantikan yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa pada Rabu (1/7/2026) ini menonjolkan wajah inklusivitas, di mana para pejabat yang dilantik memiliki latar belakang suku dan agama yang sangat beragam.
Dalam arahannya, Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. menekankan bahwa penguasaan teknologi merupakan kewajiban bagi setiap pimpinan akademik di tengah disrupsi zaman. Baginya, pemanfaatan teknologi adalah instrumen krusial untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif, efektif, dan mampu menjawab tantangan global saat ini.
Selain aspek teknologi, Rektor menginstruksikan para pimpinan baru untuk memahami dinamika generasi mahasiswa masa kini. Ia mendorong para dosen untuk meninggalkan metode pembelajaran konvensional dan mulai menerapkan pendekatan yang lebih partisipatif, guna memicu kreativitas serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa di dalam kelas.
Poin penting lain yang disampaikan adalah urgensi budaya kerja kolaboratif. Prof. Mury menegaskan bahwa kemajuan universitas tidak mungkin terwujud melalui kerja individu, melainkan sinergi solid antara pimpinan, staf pendukung, dan mahasiswa. Inovasi dalam tata kelola akademik menjadi tolok ukur utama bagi para pejabat dalam mencapai target universitas di level nasional maupun internasional.
Menanggapi pelantikan tersebut, Dr. Muhammad Yusuf, S.Pd., M.A., yang terpilih sebagai Ketua Program Studi Sastra Inggris, mengapresiasi semangat kebhinekaan yang diusung universitas. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan aset berharga yang memungkinkan setiap elemen di lingkungan kampus untuk saling melengkapi dan bersatu demi memajukan kualitas pendidikan di USU.