Setelah memastikan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo berkat dwigol Harry Kane di menit-menit akhir di Atlanta, pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, kini dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih menantang. Fokus sang juru taktik asal Jerman itu kini beralih sepenuhnya ke babak berikutnya, di mana The Three Lions harus melawat ke markas keramat Meksiko, Stadion Azteca.
Tuchel secara terbuka mengakui beratnya misi tersebut. Baginya, bertanding di Azteca bukan sekadar laga sepak bola biasa, melainkan sebuah ujian mental dan fisik yang luar biasa. Faktor ketinggian geografis, atmosfer stadion yang menekan, serta catatan sejarah panjang venue tersebut menjadi rintangan nyata yang harus dipecahkan oleh skuad Inggris jika ingin terus menjaga impian mereka di Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, Meksiko di bawah asuhan Javier Aguirre menunjukkan performa yang kian solid. Meskipun sempat diragukan sebelum turnamen bergulir, El Tri sukses membangun momentum positif hingga berhasil menembus babak 16 besar. Keangkeran Azteca diprediksi akan menjadi kartu truf bagi Meksiko untuk meredam ambisi Inggris sekaligus membuktikan kualitas mereka di hadapan pendukung fanatik sendiri.