Keberhasilan seorang alumni Politeknik Negeri Jember (Polije), Ismawati Hasanah, membuktikan bahwa limbah yang sering kali menjadi masalah lingkungan dapat dikonversi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Melalui bendera CV Adis Barokah Jaya, ia menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengolah sampah menjadi produk bernilai guna tinggi sekaligus menciptakan dampak sosial yang masif bagi masyarakat.

Ismawati mengungkapkan bahwa operasional perusahaannya mencakup spektrum yang luas, mulai dari jasa pemusnahan sampah, produksi pelet plastik untuk kebutuhan industri, hingga inovasi pemanfaatan residu pembakaran sampah. Abu sisa pembakaran yang biasanya diabaikan, kini ia sulap menjadi bahan baku ramah lingkungan untuk produksi paving block dan batako yang layak guna.

Pemilihan Surabaya sebagai pusat operasional didasari oleh efisiensi logistik dan ketersediaan pasokan limbah yang melimpah. Meskipun teknologi yang diusung telah memenuhi standar keamanan modern, Ismawati mengaku masih menghadapi tantangan berupa stigma negatif masyarakat yang mengasosiasikan fasilitas pengolahan sampah dengan polusi bau dan sumber penyakit.

Di balik kesuksesan komersialnya, perusahaan ini tetap mengedepankan misi sosial. Ismawati aktif merangkul UMKM lokal di Kabupaten Pasuruan serta menyisihkan sebagian keuntungan perusahaan untuk mendanai Yayasan At-Taufiq. Yayasan tersebut menyediakan pendidikan agama tanpa biaya bagi para santri dan penghafal Al-Qur'an di Surabaya.

Sebagai penutup, Ismawati memberikan pesan inspiratif bagi generasi muda untuk tidak ragu merintis usaha sejak dini. Ia menekankan bahwa perpaduan antara ketekunan, keberanian menghadapi kegagalan, dan restu orang tua menjadi kunci utama dalam mengubah tantangan lingkungan menjadi kontribusi nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat.