Upaya pencarian dan identifikasi jenazah prajurit yang gugur kini memasuki babak baru yang lebih progresif. Dengan mengusung misi kemanusiaan yang mendalam serta tanggung jawab sejarah, pemerintah Vietnam secara masif mengerahkan teknologi pengurutan gen generasi berikutnya atau Next-Generation Sequencing (NGS) untuk memulangkan para martir ke pelukan keluarga mereka.
Meskipun perang telah usai selama lebih dari setengah abad, tantangan besar masih membayangi. Hingga kini, terdapat sekitar 175.000 jenazah yang belum ditemukan, serta 300.000 jenazah yang telah terkumpul namun identitasnya masih menjadi misteri. Menanggapi hal tersebut, kampanye 500 hari telah diluncurkan sebagai wujud komitmen nasional untuk mempercepat proses identifikasi sebelum peringatan 80 tahun Hari Veteran Perang pada 2027 mendatang.
Peran krusial dalam akselerasi ini dipegang oleh teknologi NGS-SNP (Single Nucleotide Polymorphism). Berbeda dengan metode DNA mitokondria yang selama ini digunakan dan memiliki keterbatasan pada sampel yang terdegradasi, teknologi NGS-SNP mampu membaca ribuan varian genetik secara simultan. Metode ini memungkinkan para ilmuwan untuk memetakan kekerabatan hingga tiga atau empat generasi, bahkan pada sampel biologis yang sudah sangat rapuh karena faktor usia dan kondisi lingkungan yang ekstrem.
Wakil Perdana Menteri Pham Thi Thanh Tra menegaskan bahwa sinergi lintas sektor, mulai dari militer, kepolisian, hingga lembaga sains, merupakan kunci keberhasilan misi ini. Pembangunan basis data DNA nasional yang terpadu kini tengah dipacu untuk menciptakan platform identifikasi yang akurat, bersih, dan relevan. Integrasi data ini diharapkan dapat menyambungkan ribuan keluarga yang selama puluhan tahun menantikan kepastian akan nasib orang tercinta mereka.
Bagi banyak keluarga di Vietnam, setiap kecocokan DNA bukan sekadar angka statistik, melainkan titik temu dari penantian panjang yang melelahkan. Dengan dukungan teknologi mutakhir dan determinasi politik yang kuat, upaya nasional ini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak akan membiarkan pengorbanan para pahlawan terlupakan oleh waktu dan sejarah.