Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo tengah menghadapi tantangan serius terkait menipisnya persediaan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kondisi ini berdampak langsung pada terhambatnya percepatan program imunisasi bagi populasi sapi dan kambing milik peternak di wilayah tersebut.

Keterbatasan stok saat ini dinilai tidak mampu mencukupi kebutuhan dosis yang mencakup vaksinasi pertama, kedua, hingga dosis penguat atau booster. Situasi ini memicu kecemasan di tingkat peternak, mengingat potensi penyebaran virus PMK masih menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan sektor peternakan lokal.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kini melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DIY serta otoritas pusat untuk mengajukan tambahan alokasi vaksin. Langkah ini diambil guna memastikan target pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity pada hewan ternak dapat segera direalisasikan sesuai rencana.

Merespons tingginya animo masyarakat dalam mengikutsertakan ternaknya untuk divaksin, pihak dinas terpaksa melakukan penjadwalan ulang di sejumlah kapanewon akibat keterbatasan logistik. Saat ini, distribusi vaksin yang tersisa dilakukan berdasarkan skala prioritas di lapangan.

Di sisi lain, pihak dinas mengimbau kepada seluruh peternak untuk tetap tenang dan meningkatkan penerapan biosekuriti secara mandiri. Peternak diminta memperketat sanitasi kandang serta membatasi lalu lintas orang maupun barang guna meminimalkan risiko penularan penyakit selama masa transisi penantian kiriman vaksin tambahan.