Bank Sampoerna secara resmi memperkenalkan Sampoerna Fest di Kota Medan untuk pertama kalinya. Bertempat di Lapangan Lotte Grosir, ajang ini mengusung konsep edutainment yang memadukan hiburan dengan misi penting: meningkatkan literasi digital masyarakat di sektor layanan keuangan.
Henky Suryaputra, Finance & Business Planning Director Bank Sampoerna, menegaskan bahwa transformasi digital di dunia perbankan menuntut kesiapan literasi dari para penggunanya. Melalui ekosistem Sampoerna Mobile Banking, masyarakat diharapkan tidak sekadar bertransaksi, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan lebih bijak untuk mendukung kesejahteraan finansial jangka panjang.
Senada dengan hal tersebut, Oktavia Laksmi Wardani selaku Lending & Fintech Product & Partnership Division Head Bank Sampoerna menambahkan bahwa pihaknya terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai platform fintech dan koperasi. Upaya ini ditujukan untuk membuka akses finansial yang inklusif, khususnya bagi pelaku UMKM hingga masyarakat di pelosok daerah.
Kesuksesan festival yang telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2024 ini turut berdampak positif bagi pertumbuhan kepercayaan publik, dengan catatan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp15 triliun pada kuartal pertama 2026. Dalam pelaksanaannya di Medan, pihak bank juga menggandeng BEM Universitas Sumatera Utara untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat luas.
Sebagai daya tarik utama, festival ini menghadirkan kemeriahan lewat panggung musik yang diisi oleh sederet musisi ternama, seperti Mahalini, Sal Priadi, Pamungkas, hingga grup band Last Child. Selain konser musik, pengunjung juga disuguhi berbagai fasilitas menarik seperti bazaar makanan dan minuman, permainan interaktif, serta gerai aktivasi dari berbagai mitra strategis, termasuk dukungan dari Bank Indonesia.