Pemerintah Provinsi Quang Ngai terus mengupayakan perluasan kerja sama ekonomi internasional dengan membidik investor asal Singapura. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pertemuan antara Pusat Promosi Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Quang Ngai dengan Kamar Dagang Singapura di Vietnam (SingCham Vietnam) pada awal Juli ini untuk memetakan potensi investasi lintas negara.

Pihak SingCham Vietnam melalui Bendahara Kehormatan Wesley Chua mengungkapkan antusiasme pelaku bisnis Singapura terhadap potensi pengembangan di Quang Ngai. Ketertarikan tersebut didorong oleh ketersediaan lahan industri yang luas, infrastruktur yang kian matang, serta kebijakan pemerintah daerah yang dinilai progresif dalam memberikan kepastian investasi bagi pihak asing.

Salah satu fokus utama kerja sama yang tengah dijajaki adalah penguatan rantai nilai pertanian. Investor Singapura menunjukkan minat besar dalam membangun kawasan bahan baku pertanian terstandarisasi. Inisiatif ini diharapkan mampu mengintegrasikan sektor hulu, yakni produksi, dengan hilir, yaitu pengolahan dan ekspor, untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal seperti bawang putih dan tanaman obat unggulan.

Keunggulan geografis dan infrastruktur Quang Ngai, terutama Zona Ekonomi Dung Quat dengan pelabuhan air dalamnya, diproyeksikan menjadi daya tarik utama bagi logistik dan industri manufaktur. Dengan pertumbuhan PDB yang konsisten dan dukungan akses transportasi yang semakin terhubung, provinsi ini memposisikan diri sebagai destinasi utama bagi perusahaan Singapura yang ingin melakukan diversifikasi operasional.

Sebagai langkah lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk segera menjadwalkan kunjungan lapangan bagi delegasi bisnis Singapura ke Quang Ngai. Kesepakatan ini akan diperkuat melalui penandatanganan nota kerja sama resmi, yang diharapkan dapat menjadi katalisator bagi masuknya lebih banyak modal asing guna mencapai target pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah tersebut pada periode 2026-2030.