PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) resmi menjalin kemitraan strategis dengan penyedia teknologi global, ZTE Corporation, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di ajang MWC Shanghai 2026. Kolaborasi ini menandai langkah signifikan dalam pengembangan layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber-to-the-Home (FTTH) yang menyasar segmen pelanggan residensial serta korporasi di tanah air.
Kemitraan ini diprediksi akan meningkatkan tensi kompetisi dalam industri broadband nasional, mengingat semakin banyaknya pemain yang mulai mengoptimalkan layanan internet nirkabel. Presiden Direktur ZTE Indonesia, Liu Sen, menyatakan bahwa integrasi infrastruktur MoraRepublic dengan keahlian global ZTE akan menghadirkan solusi jaringan yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.
Implementasi teknologi ini nantinya tidak hanya berfokus pada perluasan jangkauan fisik semata, namun juga melibatkan integrasi jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI). Arsitektur end-to-end berbasis AI ini dirancang untuk memastikan operasional broadband yang lebih cerdas, mulai dari jaminan kualitas layanan hingga optimalisasi jaringan secara otomatis.
Chief Financial Officer (CFO) MoraRepublic, Yopie Widjaja, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk mendukung transisi ekonomi digital yang lebih inklusif. Menurutnya, sinergi antara kekuatan Moratelindo dan MyRepublic melalui dukungan teknologi ZTE akan menciptakan ekosistem infrastruktur digital yang lebih fleksibel, andal, serta mampu menjawab lonjakan permintaan akan konektivitas berkecepatan tinggi di masa depan.