Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mendarat di Jakarta pada Minggu (5/7/2026) malam. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Pertemuan Pemimpin (Leaders' Retreat) Indonesia-Singapura yang berlangsung hari ini, Senin (6/7/2026), sebagai upaya nyata kedua negara dalam mempererat kemitraan strategis di tengah tantangan global.
Kedatangan delegasi Singapura disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, beserta jajaran anggota Kabinet Merah Putih di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Forum tahunan ini menjadi platform tertinggi bagi kedua negara untuk merumuskan kebijakan bilateral yang lebih komprehensif.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan melakukan dialog empat mata dengan PM Wong untuk meninjau kembali kemajuan proyek-proyek kerja sama yang telah disepakati sebelumnya. Selain itu, kedua pemimpin akan bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan global yang berdampak langsung pada stabilitas kawasan.
Kolaborasi antara Jakarta dan Singapura kini semakin meluas melampaui sektor konvensional. Fokus kerja sama kini merambah pada inovasi masa depan, termasuk ekonomi hijau, pengembangan kecerdasan buatan (AI), konektivitas digital, serta inisiatif energi bersih melalui perdagangan listrik lintas batas dan teknologi penangkapan karbon (CCS).
Sektor investasi tetap menjadi pilar utama hubungan kedua negara. Tercatat sepanjang 2025, Singapura konsisten menempati posisi sebagai investor asing langsung (FDI) terbesar di Indonesia dengan total nilai mencapai US$17,4 miliar. Pertemuan ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi baru yang lebih masif bagi kedua pihak.
Dalam kunjungan kenegaraan ini, PM Wong didampingi oleh sejumlah menteri senior, termasuk Wakil PM Gan Kim Yong dan Menlu Vivian Balakrishnan. Selama masa kunjungan tersebut, posisi PM Singapura sementara dijalankan oleh Menteri Koordinator Keamanan Nasional, K. Shanmugam.