Presiden Belarus Alexander Lukashenko secara terbuka menyatakan antusiasmenya terhadap rencana pemerintah Indonesia untuk membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belarus. Langkah strategis ini dinilai akan menjadi katalis utama dalam mempererat hubungan diplomatik sekaligus mendongkrak sektor pariwisata antara kedua negara.

Dalam keterangan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Lukashenko menekankan bahwa kemudahan akses, termasuk rencana pembukaan penerbangan langsung (direct flight) dan kebijakan bebas visa, merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Menurutnya, minat masyarakat Belarus untuk mengeksplorasi destinasi wisata di Indonesia sangat tinggi.

Lukashenko juga menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menjalin kolaborasi yang lebih luas dengan Indonesia di berbagai sektor. Ia mengapresiasi dukungan kuat Presiden Prabowo Subianto yang dianggap sebagai penggerak utama dalam mempererat persahabatan serta keterbukaan kerja sama antara Belarus dan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan kenegaraan Lukashenko. Presiden Prabowo menyatakan optimisme bahwa momentum pertemuan ini akan menghasilkan kerja sama yang konkret dan berdampak langsung pada kesejahteraan serta kemakmuran rakyat kedua negara.

Sebagai bentuk komitmen timbal balik, Presiden Prabowo menegaskan kesiapannya untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Belarus di masa mendatang. Pertemuan ini menandai babak baru dalam kemitraan strategis yang lebih inklusif dan dinamis antara Indonesia dengan negara yang dikenal sebagai White Ruthenia tersebut.