Universitas Islam Indonesia (UII) memperkokoh posisi sebagai pusat riset unggul dengan meresmikan penggunaan instrumen laboratorium mutakhir, Liquid Chromatography-Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS). Peresmian ini dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan workshop intensif bertajuk “Comprehensive LC-MS/MS Workshop Theory Practical Skills and Data Interpretation” di Gedung Laboratorium Riset Kimia, Kampus Terpadu UII, pada Kamis (2/7).
Acara tersebut menjadi momentum strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak universitas dengan PT Maja Bintang Indonesia serta penyedia teknologi global, PerkinElmer. Kehadiran sejumlah petinggi universitas, seperti Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan Prof. Eko Siswoyo, menegaskan komitmen institusi dalam memfasilitasi riset berbasis teknologi tinggi bagi dosen dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Direktur Layanan Akademik UII, Ir. Hudori, mengungkapkan bahwa kehadiran instrumen LC-MS/MS ini merupakan langkah penting dalam mendukung akurasi data penelitian. Ia mendorong sivitas akademika untuk memanfaatkan kesempatan ini guna menguasai operasional alat langsung dari para ahli yang didatangkan khusus dari mancanegara.
Senada dengan hal tersebut, President Director PT Maja Bintang Indonesia, Dian Mozaik, menekankan bahwa kolaborasi ini melampaui kepentingan komersial. Ia menyatakan bahwa sinergi antara dunia industri dan pendidikan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem riset yang berkelanjutan, sejalan dengan visi PerkinElmer dalam memajukan standar pengujian di sektor pendidikan maupun industri.
Sebagai bagian dari agenda, pakar dari PerkinElmer, Dr. Tinakorn Sriseadka, memaparkan keunggulan teknis instrumen QSight 500 Triple Quadrupole. Alat ini diklaim memiliki tingkat sensitivitas dan akurasi tinggi, serta dilengkapi sistem HSID yang mampu melakukan pembersihan mandiri (self-clean), sehingga meminimalisir risiko kontaminasi saat digunakan untuk analisis kompleks, seperti residu pestisida, PFAS, hingga pengujian metabolomik.
Melalui implementasi teknologi canggih ini, UII berharap dapat menghasilkan output penelitian yang lebih presisi serta memperluas cakupan riset yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Sinergi ini sekaligus menjadi bukti nyata peran universitas dalam menjembatani kebutuhan antara kemajuan teknologi laboratorium dan pengembangan sumber daya manusia di bidang sains.