Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan fokus penanganan infeksi HIV yang menitikberatkan pada pengendalian virus serta penguatan dukungan psikososial bagi penderita. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyampaikan bahwa meskipun hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan infeksi HIV secara total, disiplin dalam menjalankan terapi medis menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup pasien.
Strategi utama yang dijalankan mencakup pemberian terapi Antiretroviral (ARV) secara konsisten. Langkah ini terbukti efektif dalam menekan jumlah virus di dalam tubuh penderita, yang sekaligus menurunkan risiko penularan kepada orang lain secara signifikan. Selain itu, penanganan gejala penyerta seperti demam atau keluhan fisik lainnya tetap menjadi prioritas tenaga kesehatan di tingkat puskesmas.
Guna memastikan keberhasilan terapi, Pemko Pekanbaru telah menyiagakan tenaga pendamping yang bertugas memantau kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat. Markarius menekankan bahwa disiplin pasien dalam menjalani pengobatan merupakan elemen krusial untuk menekan laju perkembangan virus HIV dalam tubuh.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada perlindungan privasi pasien sebagai upaya melawan stigma negatif yang masih melekat di masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi oleh masih adanya temuan kasus diskriminasi, seperti pemutusan hubungan kerja terhadap pengidap HIV, yang berakibat pada penurunan kesehatan mental pasien.
Sebagai bentuk dukungan komprehensif, layanan pendampingan psikososial kini disediakan untuk membantu kesehatan mental para penderita. Pemerintah berharap melalui pendekatan yang holistik ini, masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri ke puskesmas, sekaligus memastikan penderita HIV dapat hidup lebih baik tanpa dibayangi oleh stigma maupun perlakuan diskriminatif.