Pemerintah Indonesia tengah mempercepat persiapan pembentukan pusat keuangan internasional sebagai upaya strategis untuk menarik modal asing. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa proyek ini tidak akan dipusatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN) karena pertimbangan kondisi kawasan yang saat ini masih minim aktivitas penduduk maupun pengunjung.
Dalam keterangan resminya usai rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah kini tengah mengkaji sejumlah lokasi strategis yang dinilai paling representatif bagi investor global. Salah satu wilayah yang menjadi sorotan utama adalah Bali, yang berpotensi memiliki dua hingga tiga titik kawasan pusat keuangan.
Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada parameter kenyamanan bagi para pelaku bisnis internasional. Hingga saat ini, pihak pemerintah masih terus melakukan pembahasan mendalam terkait kepastian lokasi serta ekosistem pendukung yang akan diintegrasikan dengan kerangka hukum yang sedang disiapkan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pembangunan pusat keuangan ini merupakan langkah krusial untuk menandingi daya saing negara lain seperti Singapura dan Dubai. Dengan target investasi yang mencapai ribuan triliun rupiah, Indonesia berupaya menciptakan ekosistem keuangan yang mampu mengonsolidasikan arus modal global secara lebih efektif di dalam negeri.