Polemik yang menyeret nama figur publik Sarwendah kian memanas di ranah digital. Setelah sempat menjadi sasaran kritik tajam di media sosial hingga akhirnya melayangkan permohonan maaf, mantan istri Ruben Onsu tersebut kini menghadapi gelombang protes baru berupa petisi daring yang menyerukan pemboikotan terhadap dirinya.
Hingga Jumat, 3 Juli 2026, petisi dengan judul "Cancel Sarwendah Dari Media Sosial" yang diunggah melalui platform Change.org tersebut telah menarik perhatian luas dengan capaian lebih dari 12.154 tanda tangan. Antusiasme publik terhadap gerakan ini cukup signifikan, terbukti dengan tambahan lebih dari 4.000 dukungan hanya dalam kurun waktu 24 jam.
Berdasarkan keterangan yang tertera pada laman petisi, inisiator gerakan menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus perlindungan bagi para penggiat media sosial yang sebelumnya dilaporkan oleh Sarwendah ke pihak berwajib. Para penggagas petisi menganggap tindakan hukum tersebut menciptakan intimidasi bagi para kreator konten.
Lebih lanjut, petisi tersebut menyoroti potensi ancaman terhadap kebebasan berekspresi di ruang digital. Mereka berargumen bahwa pelaporan terhadap individu yang menyampaikan pendapat atau informasi justru mencederai hak konstitusional warga negara dalam berpendapat, sehingga mereka mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan demi tegaknya keadilan.
Selain angka dukungan, kolom komentar pada petisi tersebut juga diramaikan oleh opini publik. Sejumlah penandatangan melayangkan kritik keras terhadap sikap personal Sarwendah, dengan menyoroti keputusan sang artis yang dianggap terlalu mengekspos urusan rumah tangga ke ruang publik, serta kekhawatiran mengenai dampak tindakan tersebut terhadap anak-anaknya.